Bismillahirrahmanirrahiimi
Fhuuuhhh!!,,,, sudah lama sekali rasanya ruangan maya ini kutinggalkan, sejak kepulangan dari Jepang: Negeri yang Mulai Kumengerti, sejak akses internet tidak se-spektakuler dahulu, sejak tanggung jawab kembali dipikulkan di pundak ini, dan sejak impian kami di negeri Indonesia dengan segala rupa-rupa, problematika dan romantisme nya, kutulis juga lembaran-lembaran kisah barunya “Ksatria11″.. cie-cie!!
Biarlah yang satu tahun lalu itu, ibarat hadiah yang Allah telah berikan. Tidak pernah terbayang sebelumnya seorang anak penjual es lilin bisa berkunjung ke negeri sakura dan menginjakkan kakinya, mengibarkan bendera sang saka merah putih di puncak tertinggi Gunung Fuji (Puncak Semayam para Kaisar). Thanks ya Allah. Tinggal sekarang bagaimana mengamalkan ilmu yang sudah didapat di sana, serta memotivasi rekan-rekan sekalian untuk tampil dan tumbuh lebih baik lagi.
Awalnya, saya sungguh minder kembali ke tanah air. Mungkin sebagian orang melihat “wah”, namun ada perasaan khawatir serta perasaan “tertinggal”. Melihat rekan-rekan masih “militan” seperti dahulu, berjuang untuk terus mandiri dan bermanfaat, berlomba-lomba untuk terus berprestasi di mata Allah, dan tampil menjadi juara. Perasaan iri terhadap rekan-rekan yang masih terus semangat meramaikan forum-forum ilmiah, rapat-rapat organisasi kemahasiswaan, diskusi-diskusi masalah kerakyatan dan kebangsaan, menyelesaikan amanah orang tua (sarjana) dan berprofesi; lambat laun pertanyaaan BESAAArrr terus menganggu isi kepala saya..
SIAPA KAMU?
BUAT APA KAMU ADA?
APA YANG SUDAH KAMU BERIKAN KEPADA UMAT?
MENGAPA KITA HARUS KAYA DAN BERCITA-CITA?
BAGAIMANA LANGKAH YANG HARUS DICAPAI?
Pertanyaan-pertanyaan itu yang terus saya coba untuk divisualisasikan, dicoba untuk dijawab dengan hati nurani yang bersih.
Sudah saatnya kembali belajar dan mempersiapkan diri menajdi seorang pribadi soleh, mandiri, cerdas dan juga memliki rencan hidup yang jelas. (Life by design)
Yang berlalu biarlah menjadi koleksi referensi hidup. Sekarang waktunya menatap masa depan, membuktikan kompetensi, dan juga membuat mimpi menjadi nyata.
Saya yakin dengan kekuatan mimpi, “Allah itu sesuai persangkaan hambanya”, Dia yang Maha Mengetahui, Maha Kuasa, Maha Bijaksana, Maha Kaya, Maha Berkehendak, dan ketika Dia ingin menjadikan sesuatu hanya berkata “Kun (Jadilah)”, Maka “fayakun (terjadilah”. Tidak ada kata yang tidak mungkin bagi Allah bagi orang-orang yang dikehendakinya. Dan juga saya yakin kalau “Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah jiwa mereka sendiri”
Ketika impian-impian kita (saya dan Anda), memiliki kebaikan bagi orang lain, masyarakat dan bangsa saya yakin Allah pasti akan menyelesaikannya.
Masih ada harapan dan impian saya terhadap negeri ini. Untuk itu kepedulian kita harus terus diasah. Masih banyak orang miskin di Indonesia ini, untuk itu kita harus KAYA agar dapat membantu mereka dengan Ide-ide cemerlang kita (misal: melalui pemberdayaan) dan dapat mewujudkannya tanpa masalah ruang, waktu dan dana.
Tiga bulan beradaptasi dengan lingkungan yang jauh berbeda dari Jepang (sumpe deh jauuuh berbeddaa banget), tentunya kadang membuat hati nurani terus diasah akan kenyataan yang ada. Tapi di sinilah seharusnya kita tumbuh dan berkembang menjadi orang besar. tumbuh dari masalah.
Beragam masalah inilah yang harus kuhadapi dengan penuh tanggung jawab. Tidak ADA kata GAGAL yang ada hanya BERHASIL atau BELAJAR.
Alhamdulillah, Allah telah memperkenankan saya untuk:
Memulai penelitian untuk tugas akhir, mudah-mudahan SUDAH selesai Maret 2009
“Ayo jangan pernah mengeluh lagi”
Sebelum Cita Dijelang, Sebelum Sampai di Pantai Cita
Haram Surut Mundurpun Pantang
La Takhaf wala Tahzan, Innallaha Ma’ana
–
Ada satu hal yang sangat menarik bagi saya, yaitu konsep segitiga “TAKDIR”, “IKHTIAR”, dan “TAWAKAL”
Allah dengan sengaja meng-hidden- menyembunyikan TAKDIR, namun kita HARUS Percaya terhadap hal yang sifatnya ghaib (Salah satu ciri orang beriman), dan juga Qada-Qadhir datangnya dari Allah. Nah, maksudnya adalah, kita dituntut oleh Allah untuk berIKHTIAR dilanjutkan dengan BerTAWAKKAL (menyerahkan hasilnya kepada Allah dengan ikhlas).
Misalnya Allah membuka tabir TAKDIR “kita adalah orang kaya”, mungkin kita akan malas berusaha karena kita berpikir “takdir kita orang kaya”. Atau
Allah membuka tabir TAKDIR “kita adalah orang miskin”, maka segenap usaha, berpeluh keringat akan terasa sia-sia. Tidak akan pernah ada kata HARAPAN dan “HOPE” di dunia ini.
Setelah itu, Allah mengajarkan kita untuk TAWAKAL.
Ada sebuah doa yang diajarkan oleh ayah saya:
“Ya Allah jika perkara ini membawa kebaikan bagi kehidupan dunia dan akhiratku maka perkenanlah bagi kami, tetapi jika perkara ini membawa keburukan bagi kehidupan dunia dan akhiratku, maka jauhkanlah atau tunda”
Kita berawal dari tiada dan akan kembali ke tiada. Tidak akan ada kata rugi bagi orang-orang bertawakal dan bagi orang-orang yang oleh Allah ditunjukkan sebaik-baik jalan.
Nah, ditambah lagi di dalam al-Quran Allah mengatakan:
“Apabila telah selesai perkara yang satu maka kerjakanlah perkara yang lainnya…”
SUBHANALLAH,,
yang ada hanya kata TAWAKAL-IKHTIAR, TAWAKAL-IKHTIAR, TAWAKAL-IKHTIAR
yang ada hanya ADA Kata SUKSES atau BELAJAR. Insya Allah.
–
Saya Yakin, ANDA dan SAYA bisa MERAIH Mimpi-Mimpi Kita..
Never Give up
dika