Apaan sih? gak ngerti dech!!
Keren nih,, hahahha.
kemaren malem saya mengalami “Unexplainable Feeling”. Selesai kelas bahasa Jepang, bergegas kembali ke Lab. Rencanannya sih, hari itu mau datang pagi menyelesaikan rencana-rencana “latihan riset”, sebab bisa dibilang bukan riset beneran. Tetapi fakta berkata lain. TEM (Transmission Electron Microscopy) Session, kita skip, baru keluar asrama hanya ketika kelas bahasa Jepang akan dimulai…..
Beres kelas bahasa, ke Lab hanya untuk mempersiapkan media baru kultivasi mikroalga (nah lo?!). Selesai dech magrhib-magrhib. Sholat ke 206 (international room), dan ke Lab lagi.
sebenernya dua paragraf di atas, gak gitu penting. sebab bukan bahasan kita kali ini. Tapi ya boleh juga untuk pendahuluan gitu,,,
wait-wait-wait.
cerita dimulai dari sini.
Ketika detik-detik menjelang pulang ke rumah, perasaan itu muncul lagi. “Unexplainable feeling”. Hari itu, saya ada latihan taekwondo sebenarnya. Sebenarnya loh. Tapi saya kirimkan “secarik” pesan pendek melalui handphone ke sempainya.
“Kyou ha renshuni ikemasen”
“Hari ini gak bisa pergi latihan”.
Apa hal? Iya, males!!
Tapi bukan males juga. Badan sehat banget. Pikiran ya, biasa-biasa aja.
Sibuk? Nggak juga sih.
Baru keluar kamar aja jam 2-an..
Tapi ya gitu dech. Akhirnya kulangkahkan juga kaki ke rumah.
Setibanya di rumah, aku sholat magrib. Yang di atas itu salah. Niatnya sholat di 206, tapi kuurungkan dengan bergegas pulang dan sholat di rumah.
Aku hidupkan komputerku, dan chating sama temenku… curhat-curhat dikit. Aku gak mau habis waktu percuma.
“Setiap racun pasti ada penawarnya”. Apa gerangan yang menimpaku malam itu.
Unexplainable Feeling.
Alhamdulillah, ide langsung datang. gak langsung juga sih sebenernya tapi melalui percakapan dengan temanku melalui handphone.
Tiba-tiba telepon ku berdering
“Dik, ada di mana?”
“Ryou” >> Asrama
“Mau ikan gak?”
“Mauuu”,, langsung kujawab.
“Ikan apa bang?”
“Ikan kakak tua, tau kan?”
“Gak tau, banyak gak?”
“Ya lumayanlah.”
“Oke dech, lu dimana sekarang?”
“Masih di Lab, nanti kalo udah nyampe gua miscall”
“Oke bang”
“Ke dapur ya”
Nah terus aku pikir gini. Walaupun pergi ke puncak gunung or tidur di tepi pantai yang indah or makan enak kalau suasana hatinya gak bener tetep aja gak ada bedanya.
Akhirnya kuundanglah 2 temanku untuk makan malam saat itu. Satu dari Papua New Guinea, satu temen Jepang.
Melalui percakapan ketika makan malam berlangsung, kudapatkan istilah baru dalam bahasa jepang.
Apakah itu?? Adalah GO-GATSU BYO (5-月 びょう), artinya penyakit bulan mei.
“is it common word?” saya tanya gitu..
terus saya tambahin
“I mean, Does japanese know about that word?”
“Yaa,, some of them maybe know that word!”
GoTchaaa..
hari ini kutanya ke tutorku hal itu
“Tomoko-San, Go-Gatsu Byo shitteimasuka?”
“Ehhmm,, hai..”
Terus aku tanya temenku lagi…
“Yoichi-San, Go gatsu byo wakaru?”
“Un, wakaru yo”
Yeee,,,,
Tapi apaan sich go-gatsu byo itu.
Istilah ini, saya mungkin bisa menerka lebih dari 65% orang Jepang mengenal ini. 5-Gatsu byo gramatically, artinya “May Illness” or “Penyakit Bulan Mei”. Mungkin orang-orang Jepang pernah mengalami hal ini. Apakah itu.
Menurut pengakuan mereka, 5-Gatsu Byou itu perasaan malas yang tidak beralasan. Intinya “pokoknya gua males aja”. Keadaannya bisa dilihat, banyak student yang tidak masuk kelas, or kinerja perusahaan menurun.
Dan masih menurut mereka, hal ini disebabkan MUNGKIN karena hampir keseluruhan tanggal administrasi (physically) di Jepang di mulai bulan April baik itu sekolah baru, kuliah baru, kantor baru, perusahaan baru. Mereka start beraktivitas di bulan April dan juga pada periode seperti ini cuaca sedang hangat dan indah-indahnya.
Nah yang pada kerja or masuk kuliah (sekolah baru) di bulan April membutuhkan waktu untuk adaptasi dengan lingkungan baru. Selain itu harapan dan target baru juga sedang besar-besarnya. Namun di awal bulan Mei, mereka memiliki deretan libur panjang yang disebut Golden Week dan beberapa libur lainnya setelah Golden Week.
Nah kalo udah begini, banyak mahasiswa baru or pegawai baru mengalami Go-gatsu Byou.
Symptoms nya: kinerja menurun, malas tak beralasan,,, ya gitu dech,
dan karena ini merupakan hal umum di Jepang. Akrab di dengar oleh orang-orang Jepang. Temenku yang Jepang menyebutnya bagian dari Japanese Culture.
(Jadi harap maklum).
Aku?? Nggak koq. Sehat
bener!!
dika
dik?!
maybe i thought that u have the same “it” also…
sow.. how’s your life around May?!
you have to answer it 4 your self!!!!
khuhuhuhuhuhu
aku mah mungkin 1-nen byou (one year illness) kali ya.
kan di sini “everyday is holiday, tomorrow is always weekend”.
hehhehe
dika
(BELAJAR & MENGEMBANGKAN DIRI)
o.. dah ketemu jawabanya ya bang…
dan akhirnya saat itu dikau bersama teman2mu meskipun blm ada “seseorang’ yang bener2 ’seseorang’
baguslah kalo begitu…
tetap semangat ya…
perasa’an yang kena go gatsu byou bukan hanya orang jepang aja, tapi juga orang indonesia, di surabaya, di igloo net tepatnya, pada bulan mei emaang rasanyaaa males banget, q juga g tahu kenpaa?? ternyataa …… itu udah umum thoo …??? ^^