“Baru hari ini aku jumpa makhluk seperti mu”
Lalu kukecup mesra dia, kubisikkan di tepi badannya
“Salam dari Tuhanmu yang Agung, Assalamualaikum!”
Di semester ini sudah aku atur agar aku memiliki satu hari tanpa kuliah. Dari pagi hingga sore, free of class. Tetapi hari Selasa kemarin, karena kejar target latihan scuba diving maka Selasa yang super dupper terik itu, akhirnya kami berangkat juga. Usai makan seadanya, nasi putih, telur dadar dan ayam kare, cek alat: fins, snorkel, air, wetsuit, membaca doa, dan ….. Sunage kami sampai.
Jadwal latihan memang jam satu, kami tiba pukul satu kurang lima menit. ORang Jepang tak mungkin terlambat. Ternyata instruktur ku pun sudha sampai kurang dari jam satu. Sebab tempat yang semula dijanjikan berubah dikarenakan,, siang itu -summer di okinawa memang paling terkenal very-very f***ing hot- dan tempat parkir susah, kami pun mencoba kontak sang instruktur.
Gelak canda saja yang ada pada kami berdua, rekan satu batch JUDF (Japanese Underwater DIving Federation), candidate of Scuba Diver.. ahhahahha
“WOy,, orang tua ini, Kenapalah dia tidak menghampiri kita, sudah hampir satu jam ini putar-putar tidak jumpa”, tukas kawanku
“Kalau memang dia tahu posisi kita, kenapa dia tidak temui kita saja. Sudah cakap janjian di tepi toilet dekat kedai soba”, lanjutnya lagi dengan logat malaysia nya itu.
“Rileks ah buddy, siapa tahu ada toilet lain di tempat ini. Pelajaran pertama adalah: RESPEK terhadap guru”
Lantas kami pun bergurau,
“Mungkin dia juga berpikir……”
“Woy bodoh amat dua murid ini,, cari di darat saja tak ketemu, apalagi cari di dalam laut.”
hanya gelak tawa yang menemai panas Okinawa yang hampir membuat kepala serasa meleleh. Ditambah lagi kekhawatiran rekanku yang memang sedang demam tinggi dan terserang pilek.
“Are u okay buddy?”, tanyaku
“Tak tahu ah,, maybe gua tak bisa pupping hari ini”, jawabnya
“Tapi bukan berarti gua akan berhenti,, gua akan melaju terus”, tambahnya penuh percaya diri
Sudah habis satu tank dan menyelam sekitar 40 menit, istirahat sejenak sekedar minum air putih kami melanjutkan second diving.
Berputar-putar ke alam bawah laut Okinawa, air pun sudah mulia terasa sejuk, matahari sudah tidak garang lagi. Dua ekor ular kami jumpai hari itu, hamparan softcoral dalam padang biru tersusun dalam bukit miring pada kedalaman dua belas meter, sementara jari tanganku sibuk menyebut kebesaran nama-Nya.
Subhanallah.
Masalah Bouyancy Control yang semula kami khawatirkan berubah seperti terbang melayang di langit biru.
Kujumpai seekor bintang laut Linckia yang selama ini kujumpai berwarna biru, tetapi berwarna Oranye. kubelai mesra, kutatap dalam-dalam, kukecup
“Salam dari Tuhan-Mu, Assalamu alaikum”
Melangkah sekitar sepuluh menit kujumpai makhluk serupa, mungkin pasangannya kupikir,
kukecup dan kubisikkan
“Assalamu alaikum, salam dari Tuhan-Mu”
Sayang, tak ada kamera di tanganku, momment ini akan hilang tanpa jejak.
Untung aku sudah menuliskannya di sini. Syukurlah!
dika
bang, kecup apa lagi bang? cuma para linckia orange?
ular lautnya tak kau cium bang?
hehehe…
Subhaanallah… ^_^
Lantas, syukurmu pun akan membahana ke langit-langit cinta tatkala yang kau kecup adalah kening penuh keriput ibu dan tangan kasar ayah, sembari melaungkan ucap sarat cinta, “Orenji Linckia: Salam dari Tuhanmu”.
^_^