ngeliat judul nya aja, boleh dong setiap orang punya interpretasi yang beragam. Yah, paling tidak bagi orang-orang yang pernah mengenyam bangku kuliahan pasti pernah ngerasain yang namanya tingkat akhir.. terus apa hubungannya dengan sindrom?? Gejala penyakit apaan tuhh…
Tapi gua gak taulah,, gua sih ngeliatnya ada gelagat yang beda aja dari anak-anak yang sudah masuk tingkat akhir especially kayak gua yang saat ini sudah memasuki tahun ke lima. Ada yang malessssnya nauzubillah,, ada yang kadang suka jerit-jerit di kamar sendirian, ada yang maunya maen PS sehariann,, ada juga yang diisi dengan hal positif, bisnis contohnya yaa..
Dan tahun ini merupakan tahun terakhir gua ( i hope,, huhuhu ) setelah mendapatkan surat peringatan untuk segera hengkang dari kampus,, atau,,, “dipulangkan” huuuu tidak yah. Terlihat sepele siy, sekedar ambil mata kuliah yang belum, ikut praktikum, kerjain laporan, buat proposal, penelitian ngedraft, lulus, cari kerja, nikah, berumah tangga, dst.
Tapi gak sesederhana itu juga sihh,, Tapi gue yakin masalah dan cobaan besar diperuntukkan bagi orang-orang besar. Kalo lagi kerasa berat berarti sedang nanjak, kalo berat banget mungkin tanjakan yang akan dicapai pun curam. Dan kalo berhasil tentunya jadi lebih tinggi.
Ya udah daripada mengawang-awang hal pertama yang perlu dilakukan adalah menerima dulu. Dan gua menerima sedang terjangkit yang namanya STA. sudah. so whats next??
Hari-hari ke depan menjelang kelulusan yang belum kelihatan akan menjadi perjalanan dan momen-momen bersejarah yang luar biasa… ahahhaha…
Terima, tersenyum, jalani dan bersyukur..
Kebahagiaan adalah milik orang-orang yang bersyukur.
Kalau STA adalah sebuah penyakit maka aku bersyukur atas sakitku ini. Karena orang-orang sakit diberi kesempatan bercerita kepada Rabb nya tanpa hijab… hahahha
lanjutkan …!!!