Aku menyerah, dan aku sadar semua telah berubah. Teman-teman telah jauh meninggalkan aku. Ada yang sudah lulus, beraktivitas-berprofesi, bekerja, sekolah lagi, dan yang terpenting dari mereka telah banyak yang sudah menorehkan tinta-tinta emas dalam peradaban manusia, baik yang terlihat maupun dalam alam metafisik,. Aku yakin Malaikatpun kagum dan mendoakan orang-orang yang secara totalitas berjuang demi sebuah kebaikan.. Yap! Meskipun hanya sebuah saja.
Aku menerima dengan sadar kondisi ku sekarang, Mahasiswa Tingkat Akhir sekali dengan status SP1 (Surat Peringatan #1). Oke, belum seminar, penelitian belum selesai,, sedikit lagi, ibadah ku mulai tidak inklusiv, tutur kata yang kadang tidak terjaga, pandangan yang terlalu liar, fantasy yang kelewat batas. dan segala macam tentang hitam-putih -nya Dika. Aku terima, dan aku tidak akan menyalahkan siapa-siapa.
Kalaupun ini sebuah kegagalan hidup bagiku, aku pasrah dengan kegagalan ini. Lebih baik aku gagal dan bangkit lagi daripada orang-orang yang tidak melakukan apa-apa karena begitu takutnya membayangkan kegagalan. Tapi di sekitarku sudah tidak ada lagi mereka yang seperti itu. Mereka semua sibuk mengemis cinta pada Tuhan-Ku, bekerja keras untuk hidup dan menghidupi, mengembangkan diri menjadi orang yang tidak cukup baik saja melainkan mempersiapkan diri menjadi orang-orang besar…
Aku ketinggalan langkah. Sial..!! Ya, aku terima. Kita lihat saja siapa yang tersenyum di akhir…
Allahumma bariklana fi rajaba, wa syabana, wa balighna Ramadhan … Ya Rabb, miss u.. muuaaachh!!